Author Archives: orijingan

Indonesia Scooter Festival Akan Digelar di JEC 23-24 September Mendatang

21557543_10214720320592314_4455968692490005646_n

press con dari pantia Indonesian Scooter Festival 2017

Yogyakarta , Festival skuter skala nasional yaitu Indonesia Scooter Festival akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 23-24 September mendatang.

Bertajuk ‘Bervespa Kita Berbudaya’ perhelatan yang baru digelar untuk pertama kalinya tersebut akan merangkul seluruh komunitas vespa di Indonesia.

Yudha, Ketua Panitia Indonesia Scooter Festival menjelaskan acara kali ini selain menjalin komunitas vespa di seluruh Indonesia juga momentum agar event-event vespa lebih tertata.

Selain itu juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengenal lebih jauh skuter keluaran Italia tersebut.

“Secara universal masyarakat belum tahu skuter bisa bersaing dengan pabrikan motor lain di Eropa seperti Inggris,” jelasnya saat jumpa pers di Cafe Brick, Jalan Damai, Sleman, Minggu (17/9) sore.

“Kita memiliki massa besar, kawan dan teman besar dan banyak. Kita buat trendseter dan barometer baru dengan festival dan kontes-kontes di situ,” ungkapnya.

Sampai saat ini, lanjut Yudha sudah ada konfirmasi dari berbagai komunitas skuter mulai dari Bandung, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga dari negara tetangga Malaysia, dan negara Eropa yaitu Italia.

Sementara itu, Penyo, Seksi Acara Indonesia Scooter Festival menjelaskan ditargetkan 10 ribu peserta akan hadir di festival tersebut.

Ribuan komunitas juga diprediksi akan memadati JEC.

Mereka akan berkesempatan mendapatkan lucky draw spesial dari panitia.

21463236_10214720326472461_5731513721724739360_n

vespa vbb 65 untuk lucky draw di Indonesiam Scooter Festival 

“Lucky Draw ada Vespa VBB tahun 64 full retro,” jelasnya.

Dengan tiket masuk Rp 30 ribu, pengunjung akan mendapatkan berbagai hiburan dan kegiatan mulai dari Kontes Vespa, Kontes Helm, Dyno Test, Photography Contest, Kuliner, Stand Komunitas dan lain sebagainya.

Tiket dapat dibeli on the spot.

Sederet band juga akan menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung mulai dari NDX AKA, Kiki n The Klan, Regals, Bravesboy dan sederet penampil lainnya. (kik)

 

Advertisements

Indonesian Scooter Festival Kasih Lucky Draw Vespa VBB 1964

bvbfgf

Satu lagi acara motoris khususnya penggemar skuter bakal digelar. Bertajuk Indonesian Scooter Festival (ISF), ajang kumpul dan senang-senang itu akan dihelat selama dua hari pada 23-24 September 2017 di Jogya Expo Center, Jogyakarta.

Salah satu event skuter terbesar di Indonesia ini bakal menampilkan deretan skuter langka yang sudah jarang dilihat dan mengaspal di Indonesia. Panitia juga menyediakan towing di 4 kota besar (Jakarta ada 3, Bandung 1, Surabaya 1 dan Bali 1 towing) secara gratis untuk mengangkut skuter yang akan mengikuiti kontes atau display di ISF.

“ISF akan memberikan informasi, edukasi sekaligus untuk mengenang berbagai jenis skuter yang ada di Indonesia,” ujar Ayang Bangkit Soekarno, Public Relation and Marketing ISF.

Menurutnya, ISF mendapat dukungan penuh dari club-club skuter khususnya Jogjakarta dan seluruh Indonesia. Event yang sepenuhnya guyub rukun (mempersatukan skuter) di seluruh Indonesia, juga mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIY dan telah mendapatkan izin dari Kapolda.

Yang paling menarik perhatian yakni ada lucky draw Vespa VBB 1964 modifikasi full retro garapan Yudha Klasik Motor. Syaratnya lucky draw tersebut hanya berlaku buat pengunjung yang membeli tiket masuk dan akan diundi di akhir acara. Pajak undian ditanggung pemenang.

Acara lainnya yakni ada Vespa Classic Contest, Scooter Classic Contest, Scooter Bajaj Contest, Dyno Test, Scooter Moderen Contest (Vespa-Lambretta), Scooter Classic Show, Helm Paint Art Contest, Photography Contest, Sexy Dancer, Lady’s Scooter Wash dan Handsome Corner.

ISF_2017_01

Nah buat yang penasaran dan ingin tahu lebih jauh soal Indonesian Scooter Festival bisa ikuti mereka di media sosial, Instagram #indonesiascooterfest, Whatsapp 08783981976, Facebook Jogyakarta Skuter Fest dan Email indoscooterfest@gmail.com.(Agl/NM)

“Asia Vespa Days 2017” bakal digelar di Candi Prambanan

19050351_131209850787775_8439050226228002816_n

Untuk pertama kalinya, para pecinta motor Vespa akan temu darat di ajang “”Asia Vespa Days 2017”. Ajang yang digagas oleh Vespa Club Indonesia bersama Vespa World Club akan digelar di Candi Prambanan Yogyakarta.

Presiden Vespa Club Indonesia Frannata Suryanto mengatakan ajang ini digelar dua hari yaitu pada 15-16 September. “Asia Vespa Days 2017 diadakan di Yogyakarta sekaligus menyambut ulang tahun kota Yogyakarta yang ke 261. Pada awalnya Indonesia yang mengajukan diri menjadi tuan rumah AVD2017, Vespa World Club memiliki rencana untuk membuat acara resmi Vespa yang ada di setiap wilayah di dunia, AmeriVespa di Amerika,
Amerika Utara, Euro Vespa di Eropa dan AVD di Asia,” ungkapnya, Senin (4/9/2017).

Frannata memastikan ajang ini jauh dari persepsi masyarakat yaitu diisi dengan hura-hura. Bahkan panitia mengusung tema “Ride for Unity with Pride” yang menggaungkan persaudaraan di tengah isu perpecahan serta kebudayaan tinggi sebagai gaya hidup positif

“Tujuan Asia Vespa Days 2017 sebagai ajang kumpul komunitas Vespa di
seluruh negara di Asia dalam melestarikan Vespa.Dengan pertemuan itu para peserta bisa saling memperkenalkan kebudayaan masing-masing. Utamanya kebudayaan Indonesia dan Vespa Indonesia elalui cagar budaya dan keanekaragaman Vespa dan komunitasnya,” tuturnya.

Yang menarik, peserta luar Yogyakarta akan berkendara bersama-sama mengutamakan keselamatan dan tanpa mengganggu pihak lain. Di sisi lain, hal ini akan jadi perjalanan panjang mengingat kebanyakan Vespa merupakan keluaran 60-an dan 70-an.

Bulan September Kota Yogyakarta bakal dipenuhi penggemar vespa

21151619_2326162204276311_324119884250189116_n

Yogyakarta, Pertengahan bulan september dan akhir bulan kota bakalan depenuhi oleh ratusan penggemar vespa dari berbagai daerah bahkan negara negara tetangga bakal hadir di  kota Pelajar ini , karena ada 2 event besar yang akan dilaksanakan di Kota tersebut yaitu Asia vespa world day 2017 pada tanggal 15 – 16 September bertempat di Candi Prambanan dan pada tanggal 23 – 24 akan ada lagi event Indonesia Scooter Festival bertempat di Jogja Expo centre  (JEC )

21151253_2326161937609671_8036351326475568852_n

buat para rekan” scooterist yang akan masuk di kedua event tersebut diharapkan berhati hati di perjalanan utamakan keselamatan berkendara dah hormati pengendara lain di jalan raya …Kik !

Gathering Orijingan Jatim-Bali-Lombok akan Peringati HUT ke 72 RI di Gunung Bromo

20767936_2317658855126646_2006435119601751810_n

20882660_2317658828459982_2796481532777646871_n

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia, Diprakarsai Orijingan Jawa Timur akan menggelar bertajuk Gathering Orijingan Jawa timur , bali dan Lombok Surabaya mengelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di Pasir Berbisik, Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Kamis (17/8/2017) dan nantinya akan diikuti oleh perwakilan dari berbagai chapter Orijingan di Jawa timur , Bali dan Lombok serta dari perwakilan klub Vespa yang ada di Jawa Timur seperti Malang, surabaya, pasuruan dan Probolinggo ,bahkan perwakilan dari Luar jawa timur dari Bekasi dan Bogor rencana akan mengikuti event terserbut
“Gunung Bromo dipilih sebagai tempat upacara peringatan HUT ke-72 RI, karena lokasi ini dapat memberikan inspirasi serta cocok dilihat dari segi jarak dan infrastruktur,” kata Fajar Kacong Panitia Pelaksana . ( Kik ) 

 

Kendaraan Penunggak Pajak 3 Tahun akan Dikandangkan

bc45c14a-d791-455c-b02d-24c2377eda3c_169

razia ranmor (foto Enggran eko b /detikcom) 

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya sedang menggiatkan razia untuk menindak penunggak pajak kendaraan bermotor. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Edi Sumantri menegaskan akan menahan kendaraan yang menunggak pajak lebih dari tiga tahun.
“Kendaraannya akan ditahan atau dikandangkan. Nanti ditaruh di tempat penyimpanan kendaraan bermotor milik Dishub DKI,” kata Edi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/8/2017).

Edi menyebut kendaraan yang ditahan tersebut nantinya akan dikenai denda Rp 500 ribu. Motor dan mobil, menurut Edi, akan mendapatkan perlakuan yang sama.

“Nanti kendaraan yang dikandangkan ini dikenakan retribusi penyimpanan kendaraan sebesar Rp 500 ribu per malam. Ini di luar pajak dan sanksi denda. Berlaku untuk motor ataupun mobil,” tuturnya.

Edi mengatakan razia akan dilakukan secara rutin. Dia menegaskan razia tersebut akan diadakan hingga tingkat kecamatan.

“Razia ini akan dilakukan terus-menerus. Bahkan direncanakan razia kendaraan bermotor yang menunggak pajak akan dilakukan hingga tingkat polsek. Jadi mereka dicegat sampai tingkat kecamatan,” paparnya.

Mulai hari ini, razia besar-besaran terhadap pengendara yang menunggak pajak kendaraan digelar di sejumlah wilayah Ibu Kota. Tak hanya itu, polisi akan mendatangi rumah penunggak agar target pajak tercapai.

“Ya mendatangi (rumah wajib pajak) juga. Kita mendampingi badan pajak,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra di Balai Kota, Jumat (11/8).

Halim mengatakan penindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemutihan pajak yang akan segera berakhir pada akhir Agustus ini. Dia mengatakan akan menindak warga yang tidak memanfaatkan kebijakan tersebut

“Kan sudah dibuka kesempatan untuk pemutihan bebas denda pajak sampai 31 Agustus itu sudah dibuka. Tapi karena mungkin tidak dimanfaatkan itu, maka apabila kena razia, akan tidak kena pemutihan,” tuturnya. (fdu/rna)

Sumber : Detikcom 

Taragak Basuo Scooterist se-Sumbar ke 23, Ribuan Vespa Padati Kota Payakumbuh

20229381_1806169336065676_3540063714967835839_n

PAYAKUMBUH,—Tahun ini, silaturahmi antar pecinta scooter alias vespa se Sumatera Barat kembali digelar. Ribuan vespa dari berbagai daerah di Sumbar serta propinsi lainnya ikut dalam ajang tahunan sepeda motor antik tersebut yang diadakan di Kota Payakumbuh.

“Seribu lebih peserta Taragak Basuo Scooterist se-Sumbar yang 23 ini,”ucap Metta Samainal Pecinta Vespa Kota Payakumbuh pada Minggu (23/7) sore.

Silaturahmi antar pecinta scooter tersebut, katanya dipusatkan di Gor Kubu Gadang Kota Payakumbuh.

Sejak Jumat (21/7) lalu, pecinta vespa sudah berdangan ke Kota Payakumbuh. Puncak kedatangannya, pada Sabtu (227) malam. Tak henti-hentinya vespa melaju di jalanan utama Kota Payakumbuh.

Begitu juga dengan Gor Kubu Gadang, seluruh lapangan dipenuhi oleh vespa dengan berbagai modifikasi.

83665636926-vespa

“Ada satu vespa dengan rodanya lebih 10 unit. Pokoknya seluruh pecinta vespa berkumpul di Payakumbuh,”ucap Metta lagi.

Pada Minggu (23/7) siang, merupakan puncak acara Tragak Basuo Scooterist Se-Sumbar. Hadir Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yb Parmato Alam, Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto, Dandim 0306/50 Kota Letkol Heri Sumitro, Kepala BNN Kota Payakumbuh AKBP Firdaus.

Hingga Minggu sore, ribuan pecinta vespa mulai meninggalkan Kota Payakumbuh. “Ada juga yang datang dari pulau Jawa, Riau serta daerah lainnya di Sumatera. Berbagai modifikasi hiasani silarutahmi tahun ini,”ucapnya lagi. (h/ddg)

Sumber : Harian Haluan 

Borobudur Diserbu Scooterist

 

20264610_1656030447754509_7389814781601084327_n

Akhir pekan lalu 22-23/7, mendadak kawasan wisata Borobudur dipenuhi ribuan skuter lawas yang didominasi merk Vespa.

Yup, soalnya waktu itu lagi diadakan sebuah riungan skuteris bernama “Kumpul Bareng Semar”.

Uniknya, acara yang diselenggarakan oleh Semar (Scooterist Magelang Raya) ini diadakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-71.

“Iya, soalnya acara ini didukung oleh pihak kepolisian setempat” ungkap Rochmadi Suswantoro yang jadi Ketua Panitianya.

Karena berkaitan dengan agenda ulang tahun kepolisian, maka ada sesi tertentu yang dimaksudkan untuk kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas.

Wakapolres Magelang, Kompol Heru Budiharto menekankan pentingnya safety riding di kalangan skuteris.

Maka dari itu, diadakan simulasi berkendara aman dengan skuter lawas saat event ini dimulai.

Hubungan pihak kepolisian Magelang dengan skuteris di kota tersebut memang cukup baik.

Beberapa waktu lalu, event skuter juga diadakan dan berlokasi di dalam kantor Polres Magelang sendiri.

Gak heran, ketika diadakan acara yang lebih besar seperti Kumpul Bareng Semar ini, animo skuteris yang datang pun sangat besar.

“Sampe malam hari, udah tembus 10.000 peserta yang masuk ke acara”, tambah Rochmadi.

Sumber : Motorplus Online 

Vespa Ajarkan Kami Arti Sebuah Persaudaraan

 

17352190_10212902376704853_91665182354559583_n

Bagi pecinta Vespa arti setia kawan begitu menonjol, baik yang berada di komunitas maupun independen, karena hidup berbagi sesama pencinta/pengguna Vespa tanpa melihat Vespa itu keluaran tahun berapa, atau si penggunanya usia berapa, semuanya berbaur dan saling menghargai meskipun mereka baru kenal, atau hanya mengenal di jalan persimpangan.

Merawat juga mengendarai Vespa memerlukan kesabaran, karena Vespa merupakan produk lama meskipun sekarang ada Vespa keluaran baru, tetapi Vespa identik dengan Vespa lama yang memiliki mesin 2 tak yang populer dengan gigi di tangan kiri, ini merupakan hal yang unik ketika sepeda motor lain berada di kaki.

Saling sapa pengendara Vespa ketika kita sedang mengendarai Vespa meskipun tidak saling mengenal, dengan ciri khas melambaikan tangan atau sekedar senyum juga manggut, ini merupakan pemandangan yang unik yang perlu kita tiru, karena meskipun mereka tidak saling kenal tidak secara langsung Vespa sendiri merupakan sarana untuk menjalin silaturahmi untuk belajar apa arti persaudaraan dan kesetia kawanan.

11203099_10206855962588279_8949041672250039403_n

Vespa terkenal sering mogok di jalanan karena Vespa merupakan kendaraan tua, tetapi jangan cemas rata-rata pecinta Vespa bisa mengatasinya, karena pengguna Vespa sudah paham dalam mengotak-ngatiknya kecuali mereka yang pemula, perlu bantuan dari pengguna Vespa lainnya.

Bagi pemula jangan takut karena kesetiakawanan pengguna Vespa begitu tinggi baik yang berkomunitas maupun independen, mereka akan menghampiri tanpa kita minta dan pemandangan ini cukup unik bila di cermati, terutama solidaritasnya yang begitu tinggi, dan pembelajaran buat kita tentang arti kesetiakawanan yang merasa satu nasib sepenanggungan tanpa harus melihat status sosial.

Menikmati sebuah perjalanan ketika kita sedang mengendarai Vespa dan merasa nyaman di jalanan itu yang penulis rasakan, merasa ingin lama-lama di jalan dan tidak takut apa-apa ketika kita kehabisan bensin atau kabel-kabel kita ada yang putus sampai mogok sekalipun, karena kita merasa banyak saudara meskipun tidak saling mengenal asalkan sama-sama menggunakan Vespa mereka pasti akan membantu kita ketika kita sedang mengalami kesulitan di jalan.

12109244_1915600498665819_2389141961558859555_n

 

Satu Vespa sejuta saudara memang terbukti bukan hanya slogan semata bahwa persaudaraan merupakan hal yang di tonjolkan bagi sesama pecinta Vespa, tidak mengenal senior maupun junior mereka mengutamakan persaudaraan dan saling berbagi terutama hal yang berhubungan dengan Vespa.

Suara knalpot yang serak, kepulan asap, menggunakan oli samping, body yang bahenol, warna cat yang di modipikasi, sepeda motor keluaran lama ini sangat populer yang di produksi tahun 1940 an sampai dengan sekarang , yang rata-rata di keluarkan oleh Piagio (Italy), masih populer sampai sekarang, apalagi keluaran lama yang harganya melambung tinggi menjadi buruan para kolektor.

Belajar dari sebuah Vespa, di sana penulis menemukan tentang artinya persaudaraan tanpa harus memandang status sosial sehingga tumbuh kebersamaan hanya melalui sepeda motor keluaran lama yang sepintas hanya sebuah kendaraan rongsokan, tetapi di balik semua tersimpan sebuah arti tentang arti kehidupan.

Sumber : Kompasiana 

Lewat Jalan Tol Fungsional Dibutuhkan Kesiapan Mental

514559f4-d899-4d79-a810-43164292d10d_169

Jakarta – Pemerintah coba memberikan solusi agar perjalanan mudik pengendara lebih nyaman, dengan membuka jalan tol fungsional. Meski infrastruktur belum memadai, namun diharapkan jalur ini bisa memberikan solusi kemacetan.

Namun sebelum melintasi jalan tol fungsional, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengingatkan kepada Otolovers untuk mengindahkan Road safety atau mengutamakan keselamatan jalan.

“Jalan-jalan fungsional untuk menguraikan kemacetan. memang belum siap dari infrastruktur, jalan belum finishing, ketinggian bahu jalan dengan body jalan lebih tinggi. selain itu belum ada lampu jalan dan lain-lainnya,” kata Jusri.

Meski demikian, Jusri mengatakan jika kondisi jalanan sudah diketahui. Harusnya para pengendara lebih mempersiapkan mental dan lebih berhati-hati.

“Jalanan sudah diberitahukan sebelumnya bahwa belum siap, sudah sewajarnya tingkat keamanannya belum siap. Oleh itu mental kita harus siap. Dari 100 mobil mungkin satu yang mengalami kecelakaan, itu kenapa? Karena mental mereka pasti tidak siap,” katanya.

Jusri mengatakan jarak iring menjadi satu hal penting yang harus dilakukan saat melintasi jalan fungsional.

“..Yang perlu dipersiapkan saat di jalan fungsional itu ialah jarak iring, ini harus disikapi. Selain itu badan dan bahu jalan harusdiperhatikan, kalau jalan tol kan dibatasi dengan tebok, tapi ini belum. Oleh karena itu kita harus memiliki mental sikap berkendara yang baik dan disiplin,” katanya.

“Tinggi bahu jalan dan bodi jalan berbeda, saat ban keluar dari badan jalan, maka mobil ini akan rentan terbalik. Terlebih kondisi secara fisik lemah, psikis ingin cepat sampai ke kampung halaman, di tambah infrastruktur belum siap, tapi jalanan tidak bisa disalahkan karena memang sudah diumumkan dan banyak yang mengabaikan,” tambahnya. (lth/dry)

Sumber : DetikOto