Monthly Archives: November 2015

Lima Penyebab Vespa Tua Gampang Mogok

11046232_10208336802608354_6002624350335920385_n

Sebagian orang melihat skuter Vespa, tidak lebih dari sekadar kendaraan alternatif yang memiliki bentuk unik. Tetapi, bagi para pencinta Vespa di Indonesia, tak semata-mata soal bentuknya saja. Sebab, banyak dari mereka yang mengaku menjadikan Vespa sebagai bagian dari hidupnya.

Meski banyak edisi terbaru dari Vespa, model klasiknya masih tetap melekat di ‘hati’ para penggemarnya. Hal yang paling menonjol dan kerap dipertontonkan mereka, yakni solidaritas yang tinggi di jalan. Kerap menyapa dan saling menolong jika ada salah satu motor Vespa yang mogok.

Bicara Vespa klasik, ada masalah yang kerap menghantui bagi para pemiliknya. Lantaran masuk dalam motor tua, performanya sudah tak maksimal. Tak heran, jika motor ini akrab dengan mogok. Terlebih, jika si empunya tak cekatan melakukan perawatan.

Lantas, apa saja masalah-masalah yang kerap menimpa Vespa klasik? Berikut seperti diulas Dede Suhendar, mekanik andal Vespa yang membuka bengkelnya di kawasan Citayam, Depok, kepada VIVA.co.id:

1. Karburator

Seperti pada motor umumnya, motor yang menggunakan sistem karburator terkadang ada beberapa komponen yang harus sering dicek dan dibersihkan, yakni pada jarum (Main Z dan Slow Z) dan pada bagian lain yang ada di bagian karburator.

Tujuannya, agar pemberian masukan hasil campuran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar lancar, sehingga laju motor tidak tersendat-sendat atau ‘brebet’.

2. Kabel persneling

Para pemilik Vespa klasik tentunya sering mengalami masalah ini. Salah satu indikasi kabel persneling bermasalah ialah terasa keras, atau susah pada saat melakukan oper gigi, tak jarang pula sering selip. Jika terjadi seperti itu, berarti kabel persneling yang mengalami masalah, cek kabelnya. Biasanya, kabel sering longgar dan harus segera diatasi dengan cara menyetelnya.

3. Busi

Busi kerap menjadi pemicu motor menjadi mogok. Pada motor dua-tak seperti Vespa (klasik), busi harus rajin-rajin diperhatikan. Sebab, busi pada Vespa bisa cepat mati, atau berkerak. Sehingga, busi harus sering diganti, jika hanya berkerak.

Busi dapat dibersihkan dengan bensin dan ampelas, serta dibersihkan dengan jarum kecil, atau kawat untuk membersihkan kerak yang tersisa pada bagian kepala busi. Biasanya, pemicu masalah ini adalah pada pemilihan oli samping yang kurang tepat.

4. Stut kopling

Perangkat ini juga disebut-sebut juga butuh perhatian khusus. Sebab, kopling merupakan hal yang penting bagi motor yang menggunakan kopling manual seperti Vespa ini.

Biasanya, pada bagian kopling vespa yang sering cepat aus adalan bagian stutnya. Sebab, bentuknya yang bulat pipih ini terbuat dari bahan kuningan untuk yang lokal bukan originalnya. Jadi, jika ingin membeli stut kopling Vespa, dianjurkan cari yang asli.

5. Masalah pengapian

Ada kalanya, busi Vespa menjadi mudah mati, karena masalah pengapian yang tidak maksimal. Untuk memperbaiki masalah tersebut, sebaiknya cek dulu koil, kondensor, dan platina. Biasanya, koil jarang rusak jika menggunakan yang asli. Jadi, jika Anda menggunakan versi bajakan, bisa jadi ini merupakan pangkal masalahnya. Jika tidak, mungkin masalah terletak pada kondensornya yang rusak.

Untuk mendeteksinya, biasanya kondensor yang rusak bakal menyebabkan mesin jadi tersendat-sendat. Jika kondisi kondensor baik-baik saja, mungkin masalahnya terletak pada platina.

Jarak ideal platina adalah 0,5 milimeter. Jika jaraknya terlalu dekat, bisa menyebabkan mesin Vespa terbatuk-batuk. Sementara itu, jika terlalu jauh, percikan api tidak bisa berjalan dengan maksimal. (kik)          

Dirikan Tugu Vespa ”Kembali ke Nol”

padekco-VkaWt

Berangkat dari kesuksesan Temu Bareng Scooterist Sumatera (TBSS) XX pada 2014 lalu, komunitas vespa tersebut kembali menggelar kegiatan lebih besar.

Sedikitnya 10 ribu scooterist berbaur menjadi satu pada momen Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) XIII yang bertemakan “Kembali ke Nol” di Lapangan Bancahlaweh, Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11) kemarin.

Ketua Panitia KBSS XIII Padangpanjang, Bendry Lukito mengaku sangat bangga dengan terselenggaranya suatu agenda besar komunitas vespa yang dipusatkan di daerah berhawa sejuk itu.

Bahkan Bendry mengaku, lelah yang teramat sangat mengurus berbagai keperluan kegiatan sejak dua bulan belakangan langsung terobati melihat tingginya animo pecinta motor asal Italia tersebut.

Meksi kepastian pelaksanaan kegiatan KBSS XIII dikategorikan terlambat, namun tidak mengurangi semangat keluarga besar komunitas scooterist dari seluruh pelosok nusantara.

Hal ini dikatakan Bendry, jumlah peserta mencapai lebih kurang 10 ribu scooterist turut hadir dan itu melebihi yang ditargetkan yakni hanya 5 ribu orang dari Sabang sampai Merouke.

11219106_1915600548665814_6478141263586877044_n

Pantia pelaksana lainnya, Hendri Korea menyebut kegiatan kali ini selain kumpul bareng juga sekaligus menancapkan sejarah baru bagi pecinta vespa di Sumatera dan Indonesia, khususnya Sumbar dan Kota Padangpanjang.

Melalui kegiatan KBSS XIII, kota kecil berhawa sejuk ini tercantum sebagai salah satu daerah wajib disinggahi scooterist yang melintasi Sumatera selain menuju titik Kembali ke Nol di Kota Sabang, Aceh.

Puluhan ribu scooterist yang memadati arena KBSS XIII di Lapangan Bancah Laweh Padangpanjang itu datang dari berbagai pelosok daerah di seluruh nusantara.

Selain scooterist asal Sumbar, di antaranya juga datang dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa dan daerah Sumatera lainnya dengan atribut club dan bentuk kreasi kendaraan yang beragam serta unik.

Sementara Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis usai meresmikan tugu vespa “Kembali ke Nol” bersama Plt Gubernur Sumbar Reydonizar Moenek.

12109244_1915600498665819_2389141961558859555_n

Dia mengaku sangat apresiasif terhadap kegiatan KBSS XIII tersebut. Kreativitas anak muda yang terkadang terkesan urakan, tidak selamanya harus dipandang sebelah mata.(kik)